Yang Miskin Susah Kuliah…!!!

Sejumlah mahasiswa dari keluarga miskin terancam tidak bisa kuliah di Universitas Jember (Unej), Kabupaten Jember, Jawa Timur, karena tidak memiliki biaya daftar ulang.

“Saya sudah ajukan surat permohonan toleransi perpanjangan waktu membayar biaya daftar ulang, namun pihak Rektorat selalu berbelit-belit.!”

— Ahmad Ainun Nadjib

Ahmad Ainun Nadjib dan Hermawan Bagus, misalnya. Meskipun lolos pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), keduanya tidak bisa melakukan daftar ulang karena keterbatasan biaya.

“Saya sudah mengajukan surat permohonan untuk meminta toleransi perpanjangan waktu membayar biaya daftar ulang, namun pihak Rektorat Unej selalu berbelit-belit,” kata Ahmad Ainun Nadjib, Selasa (3/8/2010).

Calon mahasiswa asal Kabupaten Banyuwangi itu sudah datang beberapa hari lalu ke Kabupaten Jember. Ia bahkan terpaksa menginap di salah satu masjid karena tidak memiliki keluarga di Jember.

“Saya terpaksa tidur di masjid karena tidakmemiliki saudara di sini, bahkan biaya perjalanan dari Banyuwangi ke Jember hasil iuran dari beberapa warga di Banyuwangi,” paparnya.

Adapun Nadjib diterima di Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unej. Untuk bisa kuliah di situ, Nadjib harus membayar biaya daftar ulang sebesar Rp 4.325.000.

“Sehari-hari orangtua saya bekerja sebagai buruh tani sehingga tidak mampu membayar biaya sebesar itu sekaligus. Saya hanya minta toleransi waktu lebih lama untuk membayar biaya daftar ulang,” ucapnya lirih.

Nadjib mengaku, dirinya sudah memproses sejumlah dokumen yang diperlukan pihak Rektorat Unej, terutama terkait permohonan perpanjangan waktu membayar biaya daftar ulang.

“Saya sudah memproses keterangan tidak mampu dalam pembiayaan pendidikan seperti surat keterangan tidak mampu di tingkat desa, penghasilan orangtua setiap bulan, dan foto rumah saya di desa,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Hermawan Bagus. Bagus lolos seleksi SNMPTN di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi di Unej.

“Sesuai ketentuan daftar ulang, saya harus membayar sebesar Rp 4.125.000, namun keluarga saya tidak memiliki biaya sebesar itu. Saya ingin kuliah di Unej,” ucapnya.

Calon mahasiswa asal Kabupaten Jombang ini juga mengaku telah meminta perpanjangan waktu pembayaran daftar ulang. “Saya siap membayar biaya daftar ulang sebesar Rp 4.125.000, namun tidak sekaligus. Saya ingin mencicil biaya secara bertahap,” tuturnya.

Bagus berharap Unej tidak menolak mahasiswa miskin yang tidak memiliki biaya daftar ulang karena semua warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Data di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unej menyebutkan, sebanyak empat mahasiswa miskin yang tidak memiliki biaya terancam tidak bisa kuliah di Unej.

(Kompas.Com)

2 thoughts on “Yang Miskin Susah Kuliah…!!!

  1. pendidikan semakin mahal hanya kaum berduit yang dapat mengenyam pendidikan yang berkualitas sedangkan rakyat miskin tak dapat berharap untuk mendapatkan persamaan hak meskipun pandai dan lulus dengan predikat terbaik kenyataan yang ada mereka tak dapat melanjutkan ke jenjang yang leih tinggi karena biaya yang tak terjangkau

  2. Ping-balik: tugas tik edukasi 21 | dandondanar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s