Kemelut TOEFL Unsyiah bagi Mahasiswa, ini Cerita Kelam Saya!

toeflDalam waktu berapa pekan ini mengikuti perkembangan informasi seputaran keadaan kampus di sosial media. Banyaknya permasalahan yang timbul dan diperdebatkan terkait pelayanan akademik di kampus “Jantoeng Hatee Rakyat Aceh” dimulai pembayaran SPP yang dilakukan akhir bulan (19-27 Januari 2015) dan disosialisasikan tidak ada perpanjangan masa (baca: SPP Genap Unsyiah 2015) sedangkan banyak kalangan menilai sangat disayangkan karena kondisi keuangan yang akhir bulan dan sebenarnya bukan kendala pada akhir akhir bulan namun masa penutupan pembayaran dapat disesuaikan diakhir masa minggu pertama awal bulan yang kalangan pegawai pemerintah telah menerima gaji untuk melunasi spp anaknya,semoga menjadi masukan bagi pihak senat dan rektor serta yang bertanggung jawab.

Sebagai seorang alumni, ironis mengetahui begitu banyak curahan hati mahasiswa kepada pimpinan kampus terhadap peliknya KRS Online dan mulai banyak tertundanya yudisium dan wajib membayar SPP disebabkan oleh syarat lulus Test Of English as a Foreign Language (TOEFL) dengan minimum 450 untuk angkatan 2009 hingga kebawah dan 475 untuk angkatan 2010 keatas.

salah seorang alumni pertanian update status di akun sosial facebooknya.

Membaca status/koment mahasiswa tentang beratnya TOEFL, jd teringat ketika kuliah dulu. Belajar jungkir balik mempersiapkan toefl sejak semester 3. Sadar tak kuat soal grammar, tense ini itu, maka mulai melatih ‘naluri’ bahasa dgn cara nonton film tanpa teks, dengar berita bahasa inggris, sampai mual pusing berkunang2, ngoprek buku toefl sampai benci. Dan lulus. Tapi separah-parahnya dulu, dari anak LDK sampai Anak Kantin, dari aktivis sampai yg cuma tahu ruang kuliah pustaka saja, semuanya belajar, jungkir balik, dan lulus meskipun sekedar batas minimal. Dan sekian tahun (yg sangat panjang) saya tdk pernah dengar ada yg tes sampai lebih 3x, kecuali satu orang.

Pertanyaannya, apakah kualitas mahasiswanya yg menurun, atau ada masalah lain? (Membayangkan ketika ‘area bebas’ ASEAN dimulai, dan teman2 harus bersaing dgn lulusan negara lain)

nah saya pun mengkomentari dengan pengalaman yang pernah saya alami.

entahlah bg, saya juga punya cerita kelam sendiri pas tes toefl di pusat bahasa itu. saya 5 kali pernah ikut tes, saat masa penelitian sempatin fokus toefl dengan less di Lembaga Liberty Language ***** dan juga lembaga yng penyelenggara Toefl diakui oleh organisasi TOEFL Dunia yang ada di Luengbata. mungkin saya yang kurang maksimal tapi saya malam sedang ngebahas soal reading dan kunci jawaban nya di tempat less dengan akurat. minggu yang sama saya juga udah ada jadwal tes di pusat bahasa, ketika masuk soal reading bukan lagi persis malah memang soal yang kami bahas itu sampai saya pulang kemudian cek ternyata persis maka saya pun begitu segar masih kunci jawaban dan penjelasannya.. nah, bisa dipastikan kalau soal reading bisa betol semua walau listenng ma grammar pas2an kan cukup standar untuk daftar sidang. besoknya saya baca hasil tes cukup buat shock bahwa saya tidak lulus juga di reading dan seluruhnya, ketika saya gugat jawaban soal itu ke less malah gurunya sampaikan itulah jawabannya, saya pun dirundung kebingungan..soal reading ini dua kali saya jumpai dan tetap masih pakai jawaban yang sama namun hasil nya berbeda. saya masih penasaran cara penilaian di pusat bahasa, pakai tenaga mesin atau tenaga manusia.. saya tidak judge pusat bahasa itu salah tapi setau saya ada yang salah tapi sulit diungkap. #ItuCeritaSaya

dan diskusi pun alot dan panjang mulai dengan ada yang menjawab secara santun, dan ada juga dengan rasa kekesalan berupa kata-kata sampah dan kebun binatang pun banyak terucap di grup Pusat Informasi Mahasiswa Unsyiah.

Ada Apa Dengan Pusat Bahasa Unsyiah, begitulah tema yang sedang trend dikalangan mahasiswa Unsyiah. Mungkin ada rasa malu dengan para alumni yaitu kakak dan abang2 yang tak pernah cengenng dan mengkek hanya soal begitu saja, ya kan saya hanya ingin ber-story. hehe

Berikut rangkuman dari dikusi pro dan kontra terhadap TOEFL Unsyiah di Lembaga Pusat Bahasa Unsyiah yang saya himpun dari berbagai diskusi dan komentar.

1. Setiap mahasiswa yang gagal lulus toefl dapat mengikuti kembali dengan membayar Rp. 25.000 yang pembayaran dilakukan di Bank Mandiri. (baca juga: Kontroversi TOEFL Unsyiah)

2. Mahasiswa yang ikut tes tidak diperkenankan membawa pulang soal ujian. nah, banyak kalangan kecewa karena tentu sulit untuk mengevaluasi soal yang diberikan tadi karena soal sering diulang pada setiap ujiannya.  Alasan yang kuat boleh jadi agar kunci jawaban soal tidak tersebar di peserta ujian. lalu, apakah soal TOEFL tidak diperbarui?

3. Kebijakan menaikkan angka minimum dari 450 menjadi 475 yang dimulai angkatan 2010 dimuatkan pada kamis, 2 januari 2014 (sumber Serambi) menuai kritikan dan penolakan disebabkan untuk mencapai nilai 450 saja mahasiswa yang akan masuk tugas akhir ini masih sulit, sebaiknya kebijakan ini dilakukan bagi mahasiswa baru untuk persiapan yang matang dan terbaik.

4. Ada solusi sebenarnya yang diberikan oleh Pusat Bahasa Unsyiah. Bagi yg sudah beberapa x ikut tes TOEFL, ada cara yg bisa membantu kita, yaitu lewat cross nilai. Tapi harus lapor ke Pusat Bahasa dulu dan minta di cross nilainya. Bagi yg butuh nilai 450, minimal nilai yg di cross harus mencapai 440. Sedangkan yg 477 (kata yang cross nilai abg leting saya gak ada nilai 475 dalam skoring TOEFL) harus mencapai 467. Kalau sudah memenuhi batas minimum td (440 atau 467) maka kalian harus ikut tes sekali lagi dan insyaAllah diluluskan

kebijakan toefl

5. Aneh, untuk menjadi calon Sarjana wajib lulus TOEFL. kenapa belum ada kebijakan menjadi Sarjana Wajib mampu membaca dan tulis Al-Qur’an, nah inikan sangat luar biasa untuk mengevaluasi para Santri UP3AI yang lalai. hehe

6. TOEFL itu perlu bukan tidak dibutuhkan mengingat dunia untuk masa depan yang luas dan terbuka. inilah niat yang mulia dan baik dari pimpinan kampus.

Sedang belajar menulis jadi tulisan saya ini sekedar sharing semata tanpa ada ingin menghujat serta memohon maaf bila ada yang tidak berkenan dan bagi yang ingin berdiskusi lebar dan panjang bisa di email saya muri.wandany@yahoo.com 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s